PemimpinTahfizh Leadership Jamil Azzaini mengatakan, program ini dibuat guna melahirkan pemimpin di masa yang akan datang yang juga seorang penghafal Al-Qur'an. Selama 40 pekan, para ' future leader' ini telah tinggal di asrama dan secara intensif mempelajari dua hal utama yakni menghafal 30 juz Al-Qur'an dan memperdalam leadership
Sumateranewsco.id, BATURAJA - Guna mencetak calon pemimpin islami masa depan yang memiliki wawasan keislaman dan kepribadian yang baik, Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid (JPRMI) OKU mengadakan kegiatan Leadership Camp Chapter 1 atau Pelatihan Kepemimpinan Bagian Satu di MTs Al-Azhar Baturaja pada hari Minggu (21/10).
Disamping itu, keberanian juga menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Mengingat banyaknya cobaan dan rintangan yang akan dihadapi di masa mendatang. Untuk itulah, Presiden mengapresiasi dan mendukung para pelajar untuk mengikuti kegiatan 'Kawah Kepemimpinan Pelajar Tahun 2018' tersebut.
MengasuhRemaja Membentuk Calon Pemimpin Masa Depan. Editor. Indah. -. Sabtu, 15 Desember 2018. Naskah oleh: Kara Andrea Handali, M.Psi. Leadership atau kepemimpinan merupakan salah satu keterampilan kunci yang dibutuhkan. Dalam dunia kerja, ini termasuk 1 dari 10 keterampilan untuk mencapai kesuksesan karier, namun paling jarang dimiliki kaum
Adatiga peran, untuk mempersipkan calon pemimpin yang produktif, efektif dan berakhlakul karimah, yaitu: 1. Cikal bakal terbentuknya manusia yang berakhlakul karimah. Yaitu ada peran dan penanganan orang tua sebagai pendidik utama. Karena orang tua salah satu orang yang paling bertanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anaknya menjadi khalifah
BerandaPendidikan Nadiem: Pelajar Pancasila Calon Pemimpin Masa Depan. Nadiem: Pelajar Pancasila Calon Pemimpin Masa Depan - Pendidikan. Rabu, 11 November 2020. para peserta didik yang akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan perlu dibekali dengan kompetensi dan karakter yang berakar pada falsafah dan ideologi bangsa," imbuhnya.
IPKdan Pengusaha Masa Depan. Pengusaha, inovator, dan orang-orang di industri kreatif membangun kesuksesan mereka dengan cara lain. Wirausahawan terbaik mungkin tidak menyerahkan pekerjaan rumahnya tepat waktu. Contoh klasik dari fenomena ini termasuk Steve Jobs lulus SMA dengan IPK 2,65 atau Bill Gates putus kuliah.
Maka persoalan kini adalah bagaimana usaha kita dalam merajut dan merekonstruksi ulang nasionalisme di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda terdidik-calon pemimpin masa depan bangsa ini. Tentu, suatu konstruksi nasionalisme yang bertolak dari persoalan-persoalan aktual saat ini, seperti dipaparkan di atas. Nasionalisme Mutakhir
Mengambilmomentum tersebut, salah satu perguruan tinggi asal Australia, University of Technology Sydney (UTS) Insearch melakukan kegiatan pemasaran dengan menjangkau pelajar SMA melalui serangkaian Design Thinking Masterclasses yang dimulai dari 30 Juli hingga 10 Agustus 2018. Masterclasses ini dilakukan di beberapa SMA yang berlokasi di Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.
Carapaling efektif mencapai masa depan yang cerah adalah dengan Menghadapi masa kini secara berani dan konstruktif. Rollo May . Masa depan adalah milik orang yang tahu cara menunggu. Peribahasa Rusia . Kita semua harus memikirkan masa depan karena kita akan menghabiskan seluruh sisa hidup kita di sana. C. F. Ketterin
ATNQLf. - Bagi seorang pemuda termasuk mahasiswa, ada banyak cara untuk menjadi pemimpin. Salah satunya memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan ide-ide kreatif. Apalagi pemuda dari wilayah Indonesia Timur juga harus mampu bersaing dan memanfaatkan potensi wilayahnya untuk dikembangkan lebih baik lagi. Dengan harapan ada pemerataan di seluruh wilayah "Lokalate Ngopinspirasi Campus Summit Indonesia Timur" atau Festival Kampus Indonesia Timur secara daring, Jumat 14/1/2022 menghadirkan dua narasumber yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menparekraf Sandiaga Uno serta Mardi Wu selaku CEO PT Nutrifood Indonesia. Baca juga Sandiaga Uno Apresiasi Aplikasi Dukung Desa Wisata Karya UAJY-Ukrim Kreativitas itu penting Narasumber pertama, Mardi Wu menjelaskan bahwa kreativitas itu sangat penting terlebih di era serba digital dengan perubahan yang begitu cepat. "Perubahan cepat itu jadi kesempatan untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Harapannya ke depan di Indonesia ada pemerataan," bagi mahasiswa Indonesia Timur juga diharapkan memanfaatkan teknologi digital untuk bisa mendapatkan ilmu lebih banyak lagi. Apalagi dapat menangkap peluang dengan ide kreatif. Menurut Mardi Wu, para mahasiswa yang ikut Festival Kampus Indonesia Timur ini adalah calon pemimpin masa depan. Untuk itu membutuhkan tips agar mampu menangkap peluang tersebut, dengan 1. Mampu mendorong keterbukaan Menurut dia, seorang mahasiswa harus dapat memiliki pemikiran yang terbuka, mau mendengarkan ide baru dan mendobrak cara berpikir kreatif. "Mahasiswa harus terbiasa untuk bertanya kenapa tidak boleh? Jadi tidak hanya mencari solusi saja, tapi bisa menyelesaikan masalah dengan cara atau ide kreatif lainnya," terang Mardi. Baca juga Selama 2021, Mahasiswa Unhas Raih 28 Juara di Ajang Internasional